Mengingat kembali, pada pertengahan tahun 2024 Gubernur Jambi Al Haris pernah berencana membangun kawasan wisata Danau Sipin Kota Jambi menjadi kelas dunia seperti di Eropa sana.
Al Haris juga mengklaim bahwa dirinya sudah mendapatkan investor dari Korea Selatan.
“Jadi mereka tertarik bahwa ada Danau di tengah kota, yang perlu dibenahi, dilestarikan. Itu nanti di desain menjadi sebuah Danau yang indah, lampu-lampu lighting nya lengkap. Nanti di situ akan dibikin seperti di Eropa dan sebagainya wisata alam berkelas dunia biar lebih menarik wisatawan baik lokal maupun luar untuk mengunjunginya,” kata Al Haris, Jumat (21/6/2024).
Pernyataannya beberapa tahun yang lalu kini menjadi perhatian publik, dibalik banyaknya janji yang belum ia realisasikan.
Aktivis muda Jambi, Fauzan Hasby, menyambut wacana ini dengan senyum tipis dan alis terangkat.
“Kita ini bukan anti mimpi. Tapi Jambi sudah terlalu sering diajak bermimpi tanpa alarm,” ujar Fauzan.
Menurutnya, pengalaman Stadion Swarnabhumi seharusnya cukup menjadi trailer agar publik paham genre pembangunan di Jambi : drama janji dengan ending menggantung.
“Sebelumnya stadion bertaraf Internasional, lalu danau kelas dunia. Besok apa lagi? Sungai Batanghari sekelas Amazon?” sindirnya.
Fauzan menegaskan, persoalan utama bukan pada investor Korea Selatan atau konsep pencahayaan, melainkan pada rekam jejak penyelesaian janji.
“Kalau yang lama saja belum tuntas, wajar kalau rakyat tertawa kecil saat dengar janji baru. Bukan karena lucu, tapi karena lelah,” tutupnya.






