Jambi, cakapcuap.co – Kehadiran mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Pinto Jayanegara, dalam acara buka puasa bersama yang digelar Polda Jambi baru-baru ini memicu reaksi keras dari aktivis.
Rio jodiansyah Ketua Gerakan Bersama Rakyat Kampus (GBRK) menilai pemandangan “harmonis” antara aparat penegak hukum dan sosok yang tengah terseret kasus dugaan korupsi adalah sebuah ironi besar.
Kritikan ini muncul setelah Pinto tampak hadir mewakili unsur Forkopimda dan berbaur akrab dengan jajaran petinggi kepolisian di Mapolda Jambi.
Ironi di Meja Buka Puasa
Ketua GBRK menyatakan bahwa meskipun secara personal hubungan antarpejabat adalah hal lumrah, namun secara institusi, kehadiran Pinto di acara tersebut sangat tidak patut.
Mengingat, kasus dugaan SPJ Fiktif yang melibatkan namanya saat ini masih dalam tahap penyidikan di Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Jambi.” Ini sungguh melukai rasa keadilan masyarakat.
Bagaimana mungkin seseorang yang sedang diperiksa intensif atas dugaan kerugian negara, justru duduk semeja dan tampak sangat harmonis dengan pihak yang memeriksanya Di mana etika penegakan hukum kita” Jelas rio.
Potensi Konflik Kepentingan
GBRK mengkhawatirkan bahwa kedekatan visual yang dipertontonkan ke publik ini akan memperlemah psikologis penyidik dan memunculkan spekulasi adanya “main mata” dalam penanganan kasus.
Rio menyampaikan Rakyat akan skeptis terhadap independensi Polda Jambi jika tersangka potensial masih diperlakukan sebagai tamu kehormatan Forkopimda.
Budaya “sungkan” antarpejabat dikhawatirkan membuat berkas perkara jalan di tempat atau bahkan dihentikan secara halus.
Rio Jodiansyah membandingkan perlakuan terhadap koruptor kelas atas yang masih bisa “tersenyum lebar” di acara formal, berbeda dengan rakyat kecil yang langsung diborgol saat terlibat kasus hukum.
Desakan Untuk Kapolda Jambi
Ketua GBRK mendesak Kapolda Jambi untuk tetap profesional dan membuktikan bahwa hukum tidak tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Ia meminta agar “keharmonisan” di meja makan tidak berlanjut menjadi “keharmonisan” dalam penanganan berkas perkara.
“Jangan sampai masyarakat Jambi berasumsi bahwa jabatan dan kedekatan personal bisa membeli imunitas hukum. Kami menuntut kejelasan status hukum Pinto Jayanegara. Jika ada bukti kuat, segera tetapkan tersangka, jangan justru diajak buka puasa bersama seolah tidak ada masalah,” tutupnya.






