Buntut Kurir Sabu 58 Kg Kabur, Kapolda Jambi Didesak Buka CCTV dan Mundur dari Jabatan

img 8661

Jambi, cakapcuap.co – Publik dihebohkan dengan kaburnya seorang kurir narkoba dengan barang bukti fantastis, mencapai 58 kilogram sabu, dari dalam Markas Kepolisian Daerah (Polda) Jambi. Kasus ini langsung memicu gelombang kritik dan kemarahan masyarakat setelah fakta tersebut terungkap ke publik.

Tersangka berinisial MA alias Alung diketahui merupakan bagian dari jaringan narkoba lintas provinsi. Ia sebelumnya diamankan dalam operasi besar, namun justru berhasil melarikan diri saat berada di ruang penyidik.

Informasi yang beredar menyebutkan, tersangka kabur dengan memanfaatkan kelengahan petugas, bahkan diduga melompat melalui jendela lantai dua gedung. Ironisnya, peristiwa ini terjadi di dalam institusi penegak hukum yang seharusnya memiliki pengamanan ketat.

Fakta bahwa tersangka kasus besar bisa kabur dari dalam kantor polisi memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai kejadian ini sebagai bentuk kelalaian fatal.

Tokoh masyarakat Jambi, Sanusi, yang juga Presidium MD KAHMI Batang Hari, angkat bicara dengan pernyataan keras di Facebook. Ia menilai kejadian ini tidak bisa ditoleransi.

“Polda Jambi akui kelalaian penyidik sebabkan tersangka kasus sabu 58 Kilogram kabur. KAPOLDA MUNDUR SAJA!!!,” tegasnya.

Tak hanya itu, aktivis muda Habib Hidayat juga secara terbuka mendesak adanya tanggung jawab dari pimpinan tertinggi di wilayah tersebut.

“Polda Jambi hanya memberikan pernyataan yang tidak menjawab keraguan masyarakat, Kapolda harus segera membuka dan menyiarkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di Polda Jambi. Usut tuntas kecurigaan masyarakat” ujarnya lantang.

Pernyataan tersebut langsung menyulut perdebatan di tengah publik, dengan sebagian mendukung desakan tersebut sebagai bentuk akuntabilitas, sementara lainnya meminta agar proses hukum tetap berjalan secara objektif.

Sementara itu, pihak kepolisian telah menjatuhkan sanksi internal kepada oknum yang dinilai lalai. Namun hingga kini, keberadaan tersangka masih belum diketahui dan masih dalam pengejaran aparat.

Kasus ini kini menjadi perhatian luas dan dinilai sebagai ujian serius bagi kredibilitas penegakan hukum di daerah. Publik pun menunggu langkah tegas dan transparan dari aparat kepolisian dalam menyelesaikan kasus ini.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0

Subtotal