PMII Kerinci-Sungai Penuh Sorot Hibah Rp4,7 Miliar ke APH, Jalan Renah Pemetik Terabaikan

eae854c2 d57e 4dcd a1b8 9eb97ad07382

Jambi, cakapcuap.co – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kerinci-Sungai penuh kembali melayangkan kritik terhadap kebijakan anggaran pemerintah provinsi. Mereka menyoroti alokasi hibah sebesar Rp4,7 miliar kepada aparat penegak hukum (APH), khususnya Kejaksaan, yang dinilai tidak sebanding dengan kondisi infrastruktur dasar masyarakat yang hingga kini masih terabaikan.

Salah satu yang disorot adalah Jalan Renah Pemetik, yang disebut telah puluhan tahun tidak mendapat perhatian serius, padahal menjadi akses vital bagi aktivitas petani sebagai sumber utama penghidupan masyarakat setempat.

Ketua PMII Kerinci, Mosri, mempertanyakan urgensi kebijakan tersebut.
“Anggaran hibah sebesar itu untuk APH, ada apa? Sementara jalan Renah Pemetik yang jadi urat nadi petani justru diabaikan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung janji-janji pembangunan yang dinilai tidak kunjung terealisasi di Kabupaten Kerinci. Menurutnya, masyarakat tidak lagi membutuhkan retorika, melainkan bukti nyata dari keberpihakan pemerintah.

“Kalau berjanji bisa sampai ke bulan, tapi kenyataan di lapangan, masyarakat Kerinci tidak melihat satu pun prioritas nyata dari gubernur. Kalau hanya berjanji, tidak usah datang lagi ke Kerinci,” tegas Mosri.

Kritik tersebut turut diarahkan kepada Gubernur Al Haris, yang dinilai belum menunjukkan fokus pembangunan yang jelas untuk wilayah Kerinci. PMII berharap pemerintah provinsi segera mengevaluasi arah kebijakan anggaran dan mengutamakan pembangunan infrastruktur dasar yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *